Selasa, 17 Februari 2015

JASA OLAH DATA (TIPS RAHASIA MEMPEROLEH OUT PUT OLAH DATA YANG BAGUS)


Olah Data juga merupakan bidang jasa pelayanan pendidikan dan akademik yang diperuntukkan pada para klien, baik masyarakat umum dan mahasiswa S1/S2 dan S3. Bentuk pengolahan data yang dilakukan menggunakan program (software) SPSS (Statistic Program For Social Science) dan EVIEWS (Econometric Views). Dua program pengolahan data statistik ini adalah yang paling powerfull dibandingkan program statistik lainnya. Dapat dikatakan 95% alat analisis statistik bisa diaplikasikan melalui SPSS dan EVIEWS

  • Anda memiliki data hasil penelitian yang tidak bagus (jelek atau bertentangan dengan teori)...?
  • Anda memiliki kedala teknis dalam menghasilkan data out put yang bagus?
  • Anda tidak ingin memanipulasi data (data original) tapi hasilnya tetap bagus?


Kami siap membantu Anda untuk menghasilkan out put yang bagus tanpa mengubah data penelitian.
Kami berkerja secara profesional, cepat, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Serta kami menjamin Anda mengerti, faham dan puas dengan hasil yang diperoleh

Contak atau WA kami di LKBI (Lembaga Konsultasi Bina Ilmu) 081227526557 / 082284942665
BBm: 7E78B6D5

Rabu, 28 Januari 2015

(Ghost Writer) Penulisan "Skripsi, Tesis, Disertasi, Penelitian TIndakan Kelas dll (Call: 081227526557 / Pin BBm: 7E78B6D5)



Buku Populer "Pendidikan Anak Usia Dini" PAUD

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

PENGANTAR

BAB I                         PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
  1. Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini
  2. Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

BAB II            TUMBUH KEMBANG ANAK
  1. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
  2. Aspek-aspek Pertumbuhan dan Perkembangan pada Anak
·         Perkembangan Intelektual (Intellectual Development)
·         Perkembangan Fisik (Physical Development)
·         Perkembangan sosial-emosional (social-emotional development)
·         Perkembangan Kemampuan Anak dalam Berkomunikasi untuk mengekspresikan keinginannya
  1. Fase Pertumbuhan dan Perkembangan Anak (Usia 1 bulan sampai 5 tahun)
BAB III          KECERDASAN DAN POTENSI ANAK
  1. Pengertian kecerdasan
  2. Macam-macam kecerdasan
  3. Cara Mengetahui Kecerdasan Anak
  4. Mengetahui Kecerdasan Anak dengan Cara yang Sederhana

BAB IV          PEMBELAJARAN BAGI ANAK USIA DINI
  1. Pembelajaran Melalui Bermain
  2. Mengetahui Gaya Belajar Anak
  3. Konsep Pengajaran yang Tepat Bagi Anak Usia Dini
  4. Metode Pembelajaran yang Tepat Bagi Anak Usia Dini

BAB V TIPS PRAKTIS MELEJITKAN KECERDASAN DAN POTENSI ANAK
  1. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Melejitkan kecerdasan dan Potensi Anak
  2. Melejitkan Kecerdasan Majemuk Anak
  3. Melejitkan kecerdasan dan kreativitas anak
  4. Melatih kemampuan otak dalam mengingat
1.      Tips Praktis agar ingatan kuat
2.      Tips Mendongeng untuk bayi


PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Pengantar

Arti pentingnya pendidikan dini pada anak telah menjadi perhatian internasional. Dalam pertemuan Forum Pendidikan Dunia tahun 2000 di Dakkar, Senegal, telah menghasilkan enam kesepakatan sebagai kerangka aksi pendidikan untuk semua (The Dakkar Frame work for Action Education for All) yang salah satu butirnya menyatakan: “Memperluas dan memperbaiki keseluruhan perawatan dan pendidikan anak usia dini (PAUD), terutama bagi anak-anak yang sangat rawan dan kurang beruntung.”
Anggapan bahwa pendidikan baru bisa dimulai setelah usia Sekolah Dasar yaitu usia 7 tahun ternyata tidaklah benar. Bahkan pendidikan yang dimulai pada usia Taman Kanak-kanak (4 - 6 tahun) pun sebenarnya sudah terlambat. Menurut hasil penelitian di bidang neurologi seperti yang dilakukan oleh Dr. Benyamin S. Bloom, seorang ahli pendidikan dari Universitas Chicago, Amerika Serikat, mengemukakan bahwa pertumbuhan sel jaringan otak pada anak usia 0 - 4 tahun mencapai 50%. Artinya bila pada usia tersebut otak anak tidak mendapatkan rangsangan yang maksimal maka otak anak tidak akan berkembang secara optimal.
Adalah suatu kenyataan bahwa selama ini perhatian terhadap pendidikan anak usia dini masih sangat rendah bila dibandingkan dengan negara-negara lain, terutama negara maju. Padahal belajar dari pengalaman negara maju, konsep pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) justru dimulai sejak masa usia dini. Pengembangan anak usia dini yang mencakup aspek gizi, kesehatan, dan pendidikan dilakukan secara intensif dan utuh sejak anak dilahirkan.
Di Singapura dan Korea misalnya, hampir seluruh anak usia dini telah terlayani PAUD. Di Malaysia, pelayanan PAUD mencakup 70% anak. Bahkan di Singapura masalah penuntasan dua bahasa, yaitu bahasa Cina dan Inggris, telah terselesaikan di tingkat TK. Hal ini terbukti dengan peringkat ketiga negara tersebut dalam hal kualitas SDM jauh lebih baik daripada negara kita yang berada di peringkat 110 (Singapura, Korea Selatan dan Malaysia masing-masing berada di peringkat 25, 27 dan 59).
Hasil penelitian di Baylor College of Medicine menyatakan bahwa lingkungan memberi peran yang sangat besar dalam pembentukan sikap, kepribadian, dan pengembangan kemampuan anak secara optimal. Anak yang tidak mendapat lingkungan baik untuk merangsang pertumbuhan otaknya, misalnya jarang disentuh, jarang diajak bermain, jarang diajak berkomunikasi, maka perkembangan otaknya akan lebih kecil 20 - 30% dari ukuran normal seusianya.
Secara keseluruhan hingga usia 8 tahun, 80% kapasitas kecerdasan manusia sudah terbentuk, artinya kapasitas kecerdasan anak hanya bertambah 30% setelah usia 4 tahun hingga mencapai usia 8 tahun. Selanjutnya, kapasitas kecerdasan anak tersebut akan mencapai 100% setelah berusia sekitar 18 tahun. Oleh sebab itu, masa kanak-kanak dari usia 0 - 8 tahun disebut masa emas (Golden Age) yang hanya terjadi satu kali dalam perkembangan kehidupan manusia sehingga sangatlah penting untuk merangsang pertumbuhan otak anak melalui perhatian kesehatan anak, penyediaan gizi yang cukup, dan pelayanan pendidikan.
Menurut psikologi perkembangan dan berdasarkan riset neurologi tentang pertumbuhan otak, usia dini meliputi anak yang berusia 0 - 8 tahun. Dalam hal ini, pendidikan anak usia dini merupakan konsep tentang perlakuan dini terhadap anak yang berada pada usia prasekolah atau usia sekolah yaitu di kelas-kelas awal SD (kelas 1, 2 dan 3). Namun dalam hal ini pembahasan mengenai anak usia dini dibatasi mulai usia 0 - 5 tahun sebagaimana yang termaktub dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional tahun 2003 pasal 1 ayat 14 dan pasal 28 ayat 1 bahwa pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar.
Buku yang ada di tangan anda ini akan membahas tentang pengertian PAUD dan pentingnya PAUD, tumbuh kembang anak, pengertian pertumbuhan dan perkembangan anak, aspek-aspek pertumbuhan dan perkembangan anak, serta fase-fase pertumbuhan dan perkembangan anak dalam tiap bulannya mulai 1-60 bulan (5 tahun). Buku ini juga akan membahas tentang kecerdasan atau potensi anak, pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan anak yaitu melalui bermain, serta tips dan trik praktis dalam melejitkan kecerdasan dan potensi anak.

  


BAB I
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

A.    Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini
Pengertian pendidikan anak usia dini sebagaimana yang termaktub dalam Undang-undang Sisdiknas tahun 2003 pasal 1 ayat 14 menyatakan bahwa:
Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Batasan lain mengenai usia dini pada anak berdasarkan psikologi perkembangan yaitu antara usia 0 – 8 tahun. Di samping istilah pendidikan anak usia dini terdapat pula terminologi pengembangan anak usia dini yaitu upaya yang dilakukan oleh masyarakat dan atau pemerintah untuk membantu anak usia dini dalam mengembangkan potensinya secara holistic, baik aspek pendidikan, gizi, maupun kesehatan.
Undang-undang Sisdiknas tahun 2003 pasal 28 menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal (Taman Kanak-kanak, Raudatul Athfal, atau bentuk lain yang sederajat), jalur pendidikan nonformal (Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, atau bentuk lain yang sederajat), dan/atau jalur pendidikan informal yang berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.
Sehubungan dengan kenyataan yang telah disebutkan sebelumnya, maka anak-anak yang tersentuh pendidikan dini yang diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal masih sangat minim jumlahnya. Berkenaan dengan hal tersebut di atas maka sewajarnya bila peran Pendidikan Luar Sekolah – yang mencakup pendidikan nonformal dan informal – dalam memberikan pelayanan pendidikan dini pada anak-anak yang tidak memperoleh pendidikan di jalur pendidikan formal sangatlah penting dan mendesak.
Berdasarkan karakteristik di atas maka pendidikan prasekolah telah diakui sebagai bagian dari pendidikan sepanjang hayat. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Worth, W.H. (Cropley, A.J., 43) yang mengemukakan bahwa pendidikan tidak boleh menolak anak di bawah umur 6 tahun dan menganjurkan pendidikan anak-anak awal yang disebutnya “Early Ed”. Ia mengemukakan tiga tujuan pokok “Early Ed”, yang meliputi perlengkapan stimulasi, membantu pemahaman identitas, dan menciptakan pengalaman sosialisasi yang tepat.
Aspek terpenting anjuran Worth ialah pendidikan anak usia dini sebagai fase pertama sistem pendidikan seumur hidup. Ia menyarankan bahwa tujuannya harus memuat pengembangan keterampilan untuk mendayagunakan informasi dan simbol-simbol, meningkatkan apresiasi bermacam-macam mode ekspresi diri, memelihara keinginan dan kemampuan berpikir, menanamkan keyakinan setiap anak tentang kemampuannya untuk belajar, membantu perasaan harga diri, dan akhirnya, meningkatkan kemampuan untuk hidup dengan orang lain. Worth melihat pendidikan anak usia dini meliputi variable yang kompleks dalam bidang kognitif, motivasi dan sosio affektif yang jika berkembang dengan tepat akan menjadi basis pemenuhan diri dalam kehidupan. Dengan demikian Worth mengakui pentingnya pendidikan anak-anak usia prasekolah sebagai salah satu fase pendidikan seumur hidup.

B.     Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini
 Berbagai hasil penelitian menyebutkan bahwa masa usia dini merupakan periode emas bagi perkembangan anak dimana 50% perkembangan kecerdasan terjadi pada usia 0 – 4 tahun, 30% berikutnya hingga usia 8 tahun. Periode emas ini sekaligus merupakan periode kritis bagi anak dimana perkembangan yang didapatkan pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan pada periode berikutnya hingga masa dewasanya. Periode ini hanya datang sekali dan tidak dapat ditunda kehadirannya, sehingga apabila terlewat berarti habislah peluangnya. Hal inilah nampaknya yang masih banyak disia-siakan oleh sebagian besar masyarakat. Akibatnya, berdampak terhadap kesiapan anak memasuki jenjang persekolahan.
Pada periode kritis ini anak memerlukan berbagai asupan terutama yang mencakup aspek gizi, kesehatan, dan pendidikan yang merupakan pilar utama pengembangan anak usia dini, mengingat ketiga aspek ini sangat besar pengaruhnya terhadap kualitas anak di kemudian hari.
Kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dan kesehatan bagi anak lebih tinggi daripada kesadaran akan pentingnya pendidikan. Padahal penanganan masalah gizi dan kesehatan saja tidak cukup, melainkan harus dilengkapi pula dengan penanganan pendidikannya sebagai kesatuan yang utuh dan terpadu. Sebagai contoh, program penanggulangan masalah kekurangan gizi dan kesehatan dasar untuk survival memang sangat diperlukan, tatapi apa arti survival bila kemampuan dasar intelektual dan psikososialnya rendah, tentu nantinya hanya akan menjadi beban orang lain bukan?
Oleh sebab itu, sudah saatnya memasukkan aspek pendidikan dalam program anak usia dini sehingga ketiganya menjadi satu kesatuan intervensi yang utuh, walaupun belum dapat menjangkau semua anak. Sebagai contoh, keberhasilan program posyandu dalam pelayanan perbaikan gizi dan kesehatan dasar, akan lebih lengkap apabila ditambah dengan layanan stimulasi pendidikan bagi para balitanya. Sedangkan untuk paket yang lebih intensif, program layanan gizi dan kesehatan dapat diintegrasikan dengan program Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, atau TK/RA. Dengan demikian diharapkan semua kegiatan yang melibatkan anak usia dini perlu sentuhan ketiga aspek tersebut.


BAB II
TUMBUH KEMBANG ANAK

A.    Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
 Kata pertumbuhan sering dikaitkan dengan kata perkembangan sehingga ada istilah tumbuh kembang. Ada pendapat yang mengatakan bahwa pertumbuhan merupakan bagian dari perkembangan. Namun sebenarnya pertumbuhan dan perkembangan adalah dua hal yang berbeda. Pertumbuhan adalah perubahan ukuran dan bentuk tubuh atau anggota tubuh, misalnya bertambah berat badan, bertambah tinggi badan, bertambah lingkaran kepala, bertambah lingkar lengan, tumbuh gigi susu, dan perubahan tubuh yang lainnya yang biasa disebut pertumbuhan fisik.Pertumbuhan dapat dengan mudah diamati melalui penimbangan berat badan atau pengukuran tinggi badan anak. Pemantauan pertumbuhan anak dilakukan secara terus menerus dan teratur.
Adapun perkembangan adalah perubahan mental yang berlangsung secara bertahap dan dalam waktu tertentu, dari kemampuan yang sederhana menjadi kemampuan yang lebih sulit, misalnya kecerdasan, sikap, tingkah laku, dan sebagainya. Proses perubahan mental ini juga melalui tahap pematangan terlebih dahulu. Bila saat kematangan belum tiba maka anak sebaiknya tidak dipaksa untuk meningkat ke tahap berikutnya misalnya kemampuan duduk atau berdiri.
Pertumbuhan dan perkembangan masing-masing anak berbeda, ada yang cepat dan ada yang lambat, tergantung faktor bakat (genetik), lingkungan (gizi dan cara perawatan kesehatan), dan konvergensi (perpaduan antara bakat dan lingkungan). Oleh sebab itu perlakuan terhadap anak tidak dapat disamaratakan, sebaiknya dengan mempertimbangkan tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak.
Psikologi perkembangan adalah teori yang mempelajari perkembangan manusia dari lahir sampai dewasa atau tua. Psikologi perkembangan berarti juga perubahan yang sistematis dalam diri seseorang mulai dari konsepsi (pertemuan sel telur dengan sperma) sampai kematian. Sedangkan psikologi perkembangan anak (Early Childhood Development) hanya mempelajari perkembangan manusia sejak lahir sampai dengan usia 8 tahun.
B.     Aspek-aspek Pertumbuhan dan Perkembangan pada Anak
Secara garis besar aspek-aspek pertumbuhan dan perkembangan pada anak dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu: Perkembangan Intelektual (Intellectual Development), Perkembangan Fisik (Physical Development), Perkembangan sosial-emosional (social-emotional development), dan Perkembangan kemampuan anak dalam berkomunikasi untuk mengekspresikan keinginannya (language development).
1.      Perkembangan Intelektual (Intellectual Development)
Menurut berbagai penelitian di bidang neurologi terbukti bahwa 50% kapasitas kecerdasan anak terbentuk pada kurun waktu 4 tahun pertama sejak kelahirannya. Pada saat anak mencapai usia 8 tahun maka perkembangan otak anak telah mencapai 80% hingga pada usia 18 tahun mencapai 100%. Usia 0 – 8 tahun merupakan masa emas perkembangan anak sebab 80% perkembangan otak berada pada rentang usia tersebut.
Otak merupakan benda yang paling vital dalam tubuh. Organ ini mengatur seluruh bagian dalam tubuh diantaranya gerakan motorik, pengaturan suhu tubuh, pengaturan tekanan darah, sekresi hormon, pernapasan, emosi dan berbagai macam kegiatan manusia.
Pada saat anak dilahirkan, anak sudah dibekali Tuhan dengan struktur otak yang lengkap, namun baru mencapai kematangannya pada saat setelah di luar kandungan. Bayi yang baru dilahirkan memiliki 100 miliar neuron dan bertriliun-triliun sambungan antar neuron. Melalui persaingan alami akhirnya sambungan-sambungan yang jarang digunakan akan mengalami atrofi.
Pemantapan sambungan terjadi apabila neuron mendapatkan informasi yang mampu menghasilkan letupan-letupan listrik. Letupan tersebut merangsang bertambahnya produksi myelin yang dihasilkan oleh zat perekat glial. Semakin banyaknya zat myelin yang diproduksi maka semakin banyak dendrit-dendrit yang tumbuh, sehingga akan semakin banyak synapse yang berarti lebih banyak neuron-neuron yang menyatu membentuk unit-unit. Kualitas kemampuan otak dalam menyerap dan mengolah informasi tergantung dari banyaknya neuron yang membentuk unit-unit.
Otak manusia bersifat hologram yang dapat mencatat, menyerap, menyimpan, mereproduksi dan merekonstruksi informasi. Kemampuan otak yang dipengaruhi oleh kegiatan neuron ini tidak bersifat spontan, tetapi dipengaruhi oleh mutu dan frekuensi stimulasi yang diterima indra. Stimulasi pada tahun-tahun pertama kehidupan anak sangat mempengaruhi struktur fisik otak anak, dan hal tersebut sulit diperbaiki pada masa-masa kehidupan selanjutnya. Implikasinya adalah bahwa anak yang tidak mendapatkan stimulasi psikososial seperti jarang disentuh atau jarang diajak bermain akan mengalami berbagai penyimpangan perilaku. Penyimpangan tersebut dalam bentuk hilangnya citra diri yang berakibat pada rendah diri, sangat penakut, dan tidak mandiri, atau sebaliknya menjadi anak yang tidak memiliki rasa malu dan terlalu agresif.
Stimulasi psikososial untuk merangsang pertumbuhan anak tidak akan memberikan arti bagi masa depan anak jika derajat kesehatan dan gizi anak tidak menguntungkan. Pertumbuhan otak anak ditentukan oleh bagaimana cara pengasuhan dan pemberian makan serta stimulasi anak pada usia dini yang sering disebut critical period ini. Gizi yang tidak seimbang maupun gizi buruk serta derajat kesehatan anak yang rendah akan menghambat pertumbuhan otak, dan pada gilirannya akan menurunkan kemampuan otak dalam mencatat, menyerap, mereproduksi dan merekonstruksi informasi. Di samping itu, rendahnya derajat kesehatan dan gizi anak akan menghambat pertumbuhan fisik dan motorik anak yang juga berlangsung sangat cepat pada tahun-tahun pertama kehidupan anak. Gangguan yang terjadi pada pertumbuhan fisik dan motorik anak, sulit diperbaiki pada periode berikutnya, bahkan dapat mengakibatkan cacat yang permanent
Konsep di atas menuntut adanya pengintegrasian aspek psiko-sosial/pendidikan, gizi dan kesehatan dalam proses tumbuh kembang anak atau dengan kata lain anak mendapatkan layanan dasar secara holistik.
Dalam perkembangan anak, pada saat-saat tertentu dapat terjadi kemandegan tugas-tugas perkembangan (discontinuity), misalnya karena sakit, namun setelah masa ini berlalu ada tugas perkembangan yang bisa dikejar dan ada pula yang tidak bisa dikejar sama sekali.

Melatih Keseimbangan Otak Kanan-Kiri
Otak manusia terdiri atas belahan otak kiri dan kanan. Otak kiri berkaitan dengan fungsi akademik yang terdiri atas kemampuan berbicara, kemampuan mengolah tata bahasa, baca tulis, daya ingat (nama, waktu dan peristiwa), logika, angka, analisis, dan lain-lain. Sementara otak kanan tempat untuk perkembangan hal-hal yang bersifat artistik, kreativitas, perasaan, emosi, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, khayalan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, pengembangan kepribadian. Para ahli banyak yang mengatakan otak kiri sebagai pengendali IQ (Intelligence Quotient), sementara otak kanan memegang peranan penting bagi perkembangan EQ (Emotional Quotient) seseorang.
Aktivitas yang telah terbukti meningkatkan hubungan belahan otak biasanya adalah aktivitas yang menggunakan kedua bagian tubuh secara bersamaan. Pola bersilang yang kita semua gunakan saat berjalan atau berenang dan bayi gunakan ketika mereka merangkak, mengembangkan dan menguatkan hubungan diantara belahan otak. Yang dimaksud dengan pola bersilang adalah gerakan ketika kita menggerakkan tangan kanan dan kaki kiri kita maju ke depan, dan kemudian tangan kiri dan kaki kanan. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa orang anak yang otaknya cedera dan tidak merangkak, mendapat beberapa kecacatan dan dengan melatih aktivitas merangkak, mereka menunjukkan perbaikan yang mengejutkan.
Aktivitas lain yang membantu menyeimbangkan belahan otak adalah berenang. Aktivitas ini bisa dilakukan di usia sedini mungkin. Orang tua bisa mengajak anak berenang bersama, karena kegiatan ini selain dapat menyehatkan tubuh juga dapat meningkatkan fungsi otak.
Selain itu, permainan berlari dan merangkak yang menyenangkan juga bisa membantu anak. Jika Anda mempunyai beberapa orang anak, dorong mereka untuk bermain tangkap bola bersama. Ini adalah latihan yang baik dan membantu kecerdasan mereka. Berjalan dan berlari adalah aktivitas yang alami yang menggunakan pola bersilang dan sangat berguna dalam menyeimbangkan belahan kanan dan kiri otak.
Secara statistik, kebanyakan orang menggunakan tangan kanannya, namun ada banyak juga orang yang kidal. Aktivitas yang baik untuk melatih keseimbangan koordinasi otak kanan dan kiri adalah dengan melatih tangan yang lebih lemah. Bila anak Anda tangan kanannya dominan, latih tangan kirinya, bisa dengan melatih menulis atau menangkap dengan tangan kiri, demikian sebaliknya. Berlatih selama beberapa menit sehari dapat memberikan dampak yang besar.
Aktivitas lain yang sangat produktif untuk anak adalah bermain drum. Dengan belajar bermain drum, anak akan menggunakan kedua tangannya secara bergantian. Bermain drum dapat menguatkan ingatan audio anak, meningkatkan hubungan otak dan juga pengenalan akan pola.


Bersambung.............. 





 

Lembaga Konsultan Bina Ilmu


 

 

Lembaga Konsultan Bina Ilmu merupakan Konsultan Jasa di bidang penelitian, berbagai pelatihan-pelatihan dan pengembangan kepenulisan yang memeiliki kewenangan otonom pada penetapan area atau obyek pelaksanaan serta cakupan lingkup kerjasama penelitian dan pengembangan pendekatan ilmiah (scientific method) lembaga ini memilki kemandirian dan independensi dalam berbagai macam kegiatannya yang mengarah pada azas kemanfaatan bagi masyarakat, ilmu pengetahuan bangsa dan juga kampanye budaya menulis.

 

Lembaga Konsultan Bina Ilmu (LKBI) memiliki 3 Divisi, anatara lain:

·         Divisi Konsultasi Ilmiah (berupa konsultasi dan penulisan skripsi, tesis, disertasi, Penelitian Tindakan Kelas, Buku aja kampus dan sekolah, Buku penunjang pelajaran, essay, artikel dan lain-lain)

·         Divisi Kepenulisan (Writing School) (membuka privat dan kelas kepenulisan)

·         Divisi Pelatihan  (Training/ event organizer)

 

Alamat kantor: Komplek Perkantoran Taman Kuliner Blok K 52 Condong Catur Sleman Yogyakarta. Contact  0812-262325-09/ 0857-9708-4080 / 0812-2752-6557 / Pin BBm: 7E78B6D5 atau kunjungi Website: lkbi.net / facebook: lkbi Jogja


Kebiasaan yang sudah berlangsung selama ini (kondisi real)
1.     Banyak klien seperti dari mahasiswa S1, S2, S3 yang mengalami kesulitan, malas, atau tidak ada waktu akan menjadi target pasar kita (LKBI) untuk konsultasi atau jasa penulisan (Pekerjaan Rumah mereka seperti makalah, paper dan tugas akhir seperti skripsi, tesis dan disertasi)

Teknis kerja dari target pasar mahasiswa ini adalah, ketika mereka mengontak kita, maka (LKBI) siap untuk memfasilitasi jasa penulisan dari hulu hingga hilir, dari pencarian judul, proposal, hingga perbaikan atau revisi dari pembimbing.

2.    Target pasar selanjutnya adalah guru. Guru memiliki kewajiban untuk setiap kali kenaikan pangkat, tugas tahunan, serta persyaratan sertifikasi untuk membuat Karya Tulis Ilmiah (KTI). Dan karya KTI ini bisa berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bisa berupa jurnal, bisa juga Buku ajar atau buku penunjang pelajaran. Dan pembuatan KTI ini adalah wajib sebagai syarat pemenuhan kredit poin guru.

Persoalan yang dihadapi guru biasanya adalah, mereka sudah tidak memiliki waktu untuk mengarap semua itu, ditambah lagi ketidaktahuan guru untuk membuat KTI tersebut. Dan LKBI hadir untuk menjembatini kebutuhan guru itu.

Teknis kerja sama dengan poin 1 di atas. Hanya saja, kalau market guru, marketing bisa langsung datang kesekolah untuk menawarkan jasa ini.

3.    Target pasar para pengusaha, pejabat public, wakit rakyat DPR/DPRD yang ingin dibuatkan biografi atau outobiografi mereka. Dan kita (LKBI) siap menjadi ghost writer-nya.

Teknis kerjanya tidak jauh berbeda. Hanya saja kita (LKBI sebaiknya ketemu langsugn dengan pemesan atau calon klien. Hal ini berkaitan dengan data yang harus di dapatkan.


Tawaran kerja sama yang bisa kita bangun adalah:
1.     Siapa saja dan di daerah mana saja bisa mempergunakan produk jasa kita (LKBI) untuk promasi
2.    Sangat dianjurkan untuk melakukan iklan gratis melalui media on-line (facebook, twitter, blog, website, olx dll) karena target pasarnya akan massif.
3.    Promosi sangat dianjurkan mempergunakan kontak masing-masing (rekanan marketing) (dengan asumsi, calon klien menghubungin marketing, kemudian marketing menjelaskan produk jasa kita (LKBI) dan kalau senadainya marketing mengalami kendala untuk menjelaskan product knowledge-nya, bisa langsung diarahkan ke kita (LKBI) dengan nomor kontak yang ada, dan kami akan menindaklanjuti, hingga adanya transaksi.
4.    LKBI berkomitmen untuk selalu menanyakan kepada calon klien dari mana mereka mendapatkan informasi LKBI atau informasi kontak kita (LKBI) di dapat. Hal ini berkaitan dengan fee marketing yang harus di keluarkan (LKBI) kepada para marketing yang sudah mendapatkan klien.
5.    Untuk setiap pelunasan transaksi dari klien yang didapat oleh marketing, (LKBI) akan langsung mentransfer fee marketing ke rekening para marketing.

Harga dari setiap produk LKBI
1.     Untuk pangsa pasar Mahasiswa, kita membuka harga paling murah RP. 2.000.000 untuk skripsi, RP. 5.000.000 untuk tesis dan Rp. 7.000.000 untuk disertasi. Dan harga akan bisa berubah sesuai dengan data serta tingkat kesulitan yang harus dikerjakan.
2.    Untuk pangsa pasar Guru harga paling murah Rp. 1.000.000 untuk PTK, Rp. 1.500.000 untuk buku penunjang pelajaran dan Rp. 2.000.000 untuk buku ajar
3.    Untuk ghost writer harga juga beragam, tergantung klien yang kita hadapi. Dan harga mulai dari  RP. 15.000.000 + biaya akomodasi jika (LKBI) harus datang ketempat calon klien untuk mendapatkan data.
·         Untuk produk yang lainnya, seperti Divisi Kepenulisan (Writing School) (membuka privat dan kelas kepenulisan) dan Divisi Pelatihan  (Training/ event organizer)  kami sarankan untuk mengontak langsung dengan (LKBI) yang pasti kami (LKBI) sudah mempersiapkan solf manajemen dan hard manajemen-nya.

FEE MARKETING

LKBI menetapkan Fee marketing sebesar 15% dari setiap pelunasan transaksi oleh klien atau pemesan untuk semua produk jasa yang kami tawarkan.
Jasa Penulisan (KTI) Karya Tulis Ilmiah


Alamat kantor: Komplek Perkantoran Taman Kuliner Blok K 52 Condong Catur Sleman Yogyakarta. Contact  0857-9708-4080 / 0812-2752-6557 / WA: 0812-2752-6557 Pin BBm: 7E78B6D5 / Email: liabalingka@yahoo.com 



Waktu pengerjaan kondisional (tergantung permintaan) 


Kami juga menyediakan jasa konsultasi bagi yang sibuk, baik via email, WhatsApp, Yahoo Messenger BBm ataupun telpon/sms 



Kosultasi dengan tatap muka bisa dilakukan di kantor sesuai alamat di atas